Connect with us

Otomotif

Kisah Gesang dan Honda Klasik C70

Kisah Gesang dan Honda Klasik C70

Published

on

Photo: Istimewa

FINROLL.COM, Dalam rangka memperingati 100 tahun almarhum maestro keroncong Gesang, sebuah komunitas pencinta Kota Solo yang tergabung dalam relawan #kotasolo bakal mengadakan kegiatan Seabad Gesang, pada Minggu (1/10) lalu, di kawasan Omah Sinten. Almarhum Gesang yang memiliki nama lengkap Gesang Martohartono ini sendiri lahir pada 1 Oktober 1917.

Sejumlah kegiatan digelar, seperti ziarah ke makan Gesang, pameran foto, sarasehan, hingga pemutaran film. Tak hanya itu saja, dalam kegiatan tesebut juga akan menampilkan sepeda motor antik kesayangan almarhum Gesang yang sampai saat ini masih ada. Sepeda motor antik tersebut, yakni honda C 70 buatan 1970an.

Hampir 20 tahun sepeda motor Honda C70 menemani Gesang semasa hidupnya. Segudang cerita pernah dilalui maestro keroncong Tanah Air itu bersama motor merah kesayangannya.

Bahkan, kisah mendebarkan pun pernah ia alami. "Waktu itu Simbah pergi ke bank sendirian untuk mengambil uang di bank. Saat perjalanan pulang, Simbah dijambret," tutur keponakan Gesang, Yani Efendi, kepada Merahputih.com.

Lantaran tidak mungkin bisa mengejar si jambret yang laju kendaraannya lebih cepat, pemilik nama lengkap Gesang Martohartono pun membiarkan jambret itu kabur.

Pencipta lagu "Bengawan Solo" itu membeli motor merahnya pada 1973 dengan harga Rp200 ribu. Sejak Gesang wafat, keluarganya lah yang merawat motornya. Menurut Yani, banyak orang yang ingin membeli sepeda motor tersebut, namun pihak keluarga lebih memilih merawatnya.

“Ada yang mau nukar dengan sepeda motor, ada juga yang ingin membelinya dengan harga Rp 25 juta. Namun tidak diberikan, saat ini masih kami rawat dengan baik,” ujarnya.

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates.

Trending Stories