Connect with us

Sosok

Dua Mahasiswi ITB Ciptakan Penyediaan Air Bersih Untuk Daerah Pesisir Pantai

Dua Mahasiswi ITB Ciptakan Penyediaan Air Bersih Untuk Daerah Pesisir Pantai

Published

on

Photo: Istimewa

FINROLL.COM, ITB kembali menunjukkan eksistensinya dalam dunia sains dan teknologi melalui inovasi penyediaan air bersih untuk daerah pesisir.

Inovasi ini dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Kimia ITB angkatan 2014, yakni Mey Shelly Rikin dan Vania Elita Krisnandika. Inovasi penyediaan air bersih yang memanfaatkan membrane distillation ini berhasil menghantarkan kedua mahasiswa ITB tersebut menjadi juara pertama pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Chemical Engineering in Action (LKTIN CHAIN) 2017.

Vania menuturkan, jika umumnya alat pengolah air menjadi bersih menggunakan teknologirefuse osmosis, namun tidak dengan alat mereka. Seperti diketahui, alatrefuse osmosis, menurut Vania memiliki kendala tersendiri. Selain cara pembuatannya yang cukup ribet, komponen alat-alatnya pun terbilang mahal. Tak hanya itu, padarefuse osmosis, dibutuhkan kondisi temperatur dan tekanan yang tinggi. Hal tersebut dinilai akan menyulitkan warga biasa untuk membuat alat semacam ini.

"Lain dengan alat yang kami buat yakni alat pembersih air dengan teknologi Distilasi Membran. Pada alat ini, komponen yang dibutuhkan pun mudah didapatkan secara umum, cara pembuatannya sederhana, harga komponennya tidak terlalu mahal, dan tidak membutuhkan temperatur atau tekanan yang tinggi," kata Vania seperti dalam siaran pers ITB.

Lomba yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh ini mengangkat tema Science and Technology for Sustainable Development Goals. Sebelum dinyatakan menjadi pemenang pada ajang ini, tim ini telah melewati serangkaian seleksi ketat yang terdiri dari seleksi abstrak, seleksi karya tulis ilmiah, dan presentasi final pada hari Minggu (17/09/17) silam.

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates.

Trending Stories