Data manufaktur Cina lemah, Nikkei ditutup naik 1 persen
- Wednesday, February 22, 2012, 15:28
- Index, News
- 34 views
- Add a comment
Financeroll - Nikkei ditutup naik 1 persen hari ini di titik tertingginya selama enam bulan terakhir didukung oleh data manufaktur Cina yang menguat paling tajam dalam empat bulan terakhir meskipun secara umum masih mengalami penyusutan.
Indeks penjualan HSBC naik menjadi 49,7 di pada Februari dari kisaran 48,8 pada Januari kemarin. Indeks penjualan HSBC berada di bawa kisaraan 50 dalam delapan bulan terakhir.
Nikkei ditutup di kisaran 9.554,00 dengan level resistensi 9.500 pada dua sesi sebelumnya.
Indeks Nikkei China 50, yang terdiri dari 50 perusahaan Jepang yang menjadikan Cina sebagai fokusnya, naik 0,8 persen setelah mengakhiri sesi pagi dengan penurunan 0,3 persen.
Komatsu Ltd yang menjual lebih dari 20 persen dari mesin konstruksinya di Cina, naik 0,6 persen menjadi 2.425 yen. Komatsu Ltd mengakhiri sesi pagi dengan penurunan di level 2.371 yen.
Perusahaan otomotif menguat dengan Nissan Mototr Corp yang naik 2,3 persen. Toyota Motor Corp naik 2,3 persen dan Honda Motor Co naik 2,1 persen.
Setelah turun drastis kemarin, Mazda ditutup naik 1,4 persen. sebuah sumber mengatakan Mazda berencana menaikkan penawaran sahamnya untuk umum sebanyak 100 milyar yen.
Selain itu, melemahnya harga yen juga menjadi penyebab menguatnya Nikkei setelah dolar diperdangangkan di atas 80 yen untuk pertama kalinya sejak Agustus.
Topix naik 1,1 persen menjadi 825,40 dengan hampir 2,44 milyar saham yang berpindah tangan hari ini, naik dari 2,38 milyae yen pada sesi sebelumnya.
Deutsche Bank kemarin menaikkan target 12 bulannya terhadap Topix sebanyak 4,5 persen mennjadi 930 daro 890, dan mengalami kenaikan 12,7 persen pada penutupan hari ini.
Reli juga dialami Sony Corp, Panasonic Corp dan TDK Corp, dengan kenaikan antara 0,6 persen hingga 2,3 persen.
Nikkei naik 8,5 persen tahun ini akibat data ekonomi Amerika yang positif, suntikan dana yang hampir mencapai setengah milyar dari Bank Sentral Eropa dan pengenduran kebijakan oleh Bank of Japan.
Jika Nikkei stabil dengan kenaikan seperti ini hingga akhir bulan, maka ini akan menjadi performa terbaiknya sejak Februari 1991.




