Dolar AS melemah atas angka zona euro yang kuat

Financeroll Dolar AS diperdagangkan melemah terhadap mitra utama di sesi Jumat, setelah hasil kepercayaan bisnis Jerman yang melampaui perkiraan dan dukungan Bank Sentral Eropa memicu keyakinan zona euro.

Selama perdagangan pagi AS, dolar melemah terhadap euro, turun 0,28 persen menyentuh level 1.3411. ECB kemungkinan diputuskan pekan depan untuk dana dalam tiga tahun senilai 470 miliar euro untuk distribusi pada 29 Februari. Angka tersebut mendekati jumlah yang sama yang diberikan pada bulan Desember, menurut survei Bloomberg.

Infus dana ini diperkirakan akan memperpanjang kenaikan di pasar obligasi dan akan digunakan terutama untuk mendukung pasar obligasi Italia dan Spanyol.

Greenback juga melemah terhadap pound, turun 0,48 persen untuk menyentuh level 1,5820. Pound menemukan dukungan setelah Konfederasi Industri Inggris melaporkan bahwa pesanan pabrik Inggris rebound untuk mencapai tertinggi enam bulan pada Februari, meningkat sebesar 13 poin menjadi 3,0 minus, dari hasil minus 16 pada bulan Januari.

Greenback menguat terhadap yen tetapi melemah terhadap Swiss franc. Naik 0,65 persen terhadap yen untuk menyentuh level 80,53 namun turun 0,31 persen terhadap franc untuk menyentuh level 0,8988. Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda mengatakan sebelumnya bahwa dia ingin melakukan pembicaraan empat mata dengan Gubernur Bank Sentral Jepang lebih sering lagi dan untuk meningkatkan kerjasama dengan bank sentral.

Selain itu, greenback menguat terhadap dolar Kanada, Australia dan Selandia Baru. Terhadap loonie, greenback turun 0,20 persen untuk menyentuh level 0,9993. Menguat tipis 0,06 persen untuk menyentuh level 1,0711 terhadap aussy dan naik tipis 0,01 persen untuk menyentuh level 0,8364 terhadap kiwi.

Indeks dolar, yang mencatat kinerja greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,12 persen menyentuh level 78,58.

About the Author

Denny

has written 1984 stories on this site.

Bergabung di Financeroll sejak 2008 sebagai Content Provider / Newswire dan Fundamental Analyst. Sebelumnya terjun di industri perdagangan berjangka di salah satu perusahaan berjangka dan Asset Management di Jakarta, sejak awal 2007.