Jakarta – World Economic Forum (WEF) mengeluarkan peringkat baru daya saing 2011-2012 negara-negara di dunia. Peringkat Indonesia ternyata turun 2 peringkat dari 44 menjadi 46.

Penurunan peringkat ini membuat peringkat daya saing Indonesia menjadi jauh di bawah negara tetangga Malaysia yang peringkatnya naik dari 26 menjadi 21, dan Singapura yang naik dari 3 menjadi peringkat 2.

Menanggapi hal ini, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai penurunan peringkat terjadi karena jeleknya sistem birokrasi, kepastian hukum, dan sarana infrastruktur di Indonesia.

"Kita terus terang saja, kita sudah antisipasi, dari 9 kemudahan berusaha di tanah air kita rangking yang paling menjadi concern itu adalah satu birokrasi, kepastian hukum, yang kedua terkait dengan infrastruktur, masalah insentif, pajak itu malah bukan yang utama," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (7/9/2011).

WEF melansir dalam websitenya terdapat beberapa indikator daya saing global yang mengalami penurunan, yaitu prasarana pelabuhan, birokrasi, dan ketersediaan listrik.

Untuk pelabuhan, Hatta menyatakan akan mengejar dengan membangun pelabuhan Tanjung Priok.

"Kita aware betul masalah infrastruktur, terutama masalah pelabuhan, dan inilah mengapa kita akan ngebut, dan pelabuhan harus kita kembangkan tahun ini," ujarnya.

Selain itu, beberapa infrastruktur juga akan dibangun sesuai dengan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

"Kita sedang ngebut dengan MP3EI, dan itu bukan omong kosong. Tanjung Priok akan kita kebut, kereta api double track seluruh Jawa tahun 2013, circle line kita kasih penugasan dengan kepres. Perpres tentang PPP kita perbaiki, sekali tender langsung putus," jelasnya.

Sementara untuk birokrasi, Hatta berjanji pemerintah akan memperbaiki sehingga tidak selalu menjadi momok yang menggerus daya saing global Indonesia.

"Birokrasi kita perbaiki, birokrasi dipercepat. cuma memang kita berlomba dengan waktu," tegasnya.

Namun, Hatta menyatakan jangan sampai pemerintah melakukan tindakan yang tidak berguna untuk meningkatkan peringkat daya saing negara.

"Jadi jangan juga yang mana yang gatal mana yang digaruk. Jadi bottleneck kita itu adalah masalah infrastruktur dan pelayanan publik," tandasnya.
Padahal berdasarkan laporan GCR 2010-2011 yang dilansir oleh World Economic Forum (WEF), daya saing Indonesia naik menjadi posisi 44 dari 144 negara dengan skor 4.43 dari posisi sebelumnya di 2009-2010 yaitu posisi 54. Indonesia sendiri berada dibawah langsung negara Barbados yang menempati posisi 43 dengan skor 4.45.

Namun jika dibandingkan dengan daya saing negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia menempati posisi 26 dengan skor 4.88 atau turun dari GCI 2009-2010 yaitu posisi 24.


Negara tetangga Indonesia lainnya yaitu Thailand berada di posisi 38 dengan skor 4.51 atau turun dari posisi 36. Brunei Darussalam masih di atas angin, posisi negara kerajaan ini menempati posisi 28 dengan skor 4.75 atau naik dari posisi sebelumnya yang hanya 32.(D)

Author

Financeroll
Financeroll

Untuk Berlangganan Sinyal Trading Premium, Silahkan Undang Pin BB 215A2918
shadow

Related Posts