shadow

Financeroll – Perusahaan penerbangan milik pemerintah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memastikan akan menerbitkan saham baru atau rights issue pada April tahun ini.

Direktur Keuangan Garuda menuturkan aksi korporasi itu ditargetkan mampu meraup dana sebesar Rp2 triliun untuk membiayai pengembangan bisnis perseroan beberapa tahun ke depan (multiyears).

Rencana rights issue masih berjalan, perseroan masih melakukan valuasi harga saham yang akan ditetapkan dalam penawaran umum kedua (secondary offering) BUMN sektor penerbangan itu.

Hal tersebut disebabkan kondisi pasar modal masih berfluktuasi seperti yang terjadi beberapa bulan belakangan ini.

Aksi korporasi tersebut merupakan lanjutan dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) BUMN itu 2011 lalu.
Saat itu, Garuda diizinkan oleh DPR untuk menerbitkan saham publik sekitar 40%, tetapi yang terealisasi baru 30%.

Awalnyakan perseroan mendapat izin IPO 40% saham, tetapi sekarang baru 30%. Jadi belum semuanya.

Garuda mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp4 triliun untuk ekspansi tahun ini, seperti mendatangkan pesawat baru dan memberikan suntikan kepada anak usaha, PT Citilink Indonesia. Opsi rights issue itu menjadi prioritas utama sumber pendanaan perseroan pada 2014.

Selain ditargetkan menerima dana segar Rp2 triliun dari rights issue, perseroan akan mencari sumber pendanaan lain, seperti pinjaman, obligasi dengan penawaran umum berkelanjutan (PUB), dan perusahaan penyewaan pesawat (lessor).

Ada beberapa opsi yang masih terbuka lebar, seperti pinjaman bank atau pinjaman dari lessor. Jadi, perusahaan nanti hanya sebagai operator saja, pembelian pesawat diserahkan kepada lessor.

Author

Adil Siregar

Untuk Berlangganan Sinyal Trading Premium, Silahkan Undang Pin BB 251A2918
shadow

Analisa Teknikal

Analisa Fundamental

Related Posts