shadow

Pasar PercontohanFinanceroll -  Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan mengatakan bahwaprogram Pasar Percontohan diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih bersih, nyaman, segar, aman, jujur, higienis dan ramah lingkungan, serta sesuai dengan sosial budaya setempat. “Kami akan melakukan pendampingan secara berkesinambungan kepada para pedagang dan pengelola pasar sehingga pengetahuan dan kemampuan para pelaku pasar dalam mengelola pasar dapat meningkat,” lanjutnya saat meresmikan Pasar Cokro Kembang di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (20/1).

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pusat distribusi barang, khususnya bahan kebutuhan pokok masyarakat Jawa Tengah. Mendag mengatakan, “Pasar Cokro Kembang jelas memegang peranan penting bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau.” Mendag berharap dengan dibukanya pasar ini, kegiatan perdagangan dapat dilakukan dengan lebih lancar dan efisien, sehingga mampu menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah.

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu dari sepuluh pasar percontohan yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan pada 2011. Selain pasar Cokro Kembang, pasar-pasar lain yang menjadi Pasar Percontohan adalah Pasar Pangururan (Kab. Samosir, Sumatera Utara); Pasar Lambocca (Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan); Pasar
Pattalassang (Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan); Pasar Minulyo (Kabupaten Pacitan, Jawa Timur); Pasar Panorama (Kota Bengkulu, Bengkulu); Pasar Agung (Kota Denpasar, Bali); Pasar Kewapante (Kabupaten Sikka, NTT); dan Pasar Skow (Kabupaten Jayapura, Papua). ‘

Kementerian Perdagangan terlebih dahulu melakukan kunjungan ke lapangan dan uji kelayakan sebelum memilih pasar percontohan. Komitmen Pemerintah Daerah juga menjadi  salah satu kriteria penilaian penting dalam memilih pasar tersebut.

Kegiatan pembangunan/revitalisasi pasar tradisional yang dilakukan Kementerian Perdagangan merupakan upaya Pemerintah untuk meningkatkan fungsi pasar dalam mendorong berkembangnya kegiatan perekonomian masyarakat. Menurut Mendag, pasar harus dapat memenuhi fungsi strategisnya, antara lain memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat, memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), menjadi indikator kestabilan harga dan inflasi nasional, serta penguatan nilai sosial budaya Indonesia.

Tahun 2012 Kementerian Perdagangan akan mengalokasikan anggaran APBN sebesar Rp 400 miliar untuk dialokasikan ke 53 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Untuk merevitalisasi 79 pasar, 20 diantaranya pasar percontohan. Dalam peresmian ini, Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo akan menyerahkan piala kepada para pemenang lomba pasar tradisional terbaik se-Provinsi Jawa Tengah tahun 2011. Adapun pemenangnya masing-masing di raih oleh Pasar Gede dari Kota Surakarta sebagai peringkat pertama. Pasar Kebonpolo dari Kota Magelang pada peringkat kedua dan Pasar Jatingaleh dari kota Semarang peringkat ketiga. Usai kunjungan pasar, Mendag menyempatkan berkunjung ke PT. Sritex di Kabupaten Sukoharjo, yang merupakan salah satu produsen pakaian seragam militer di Indonesia yang mengekspor ke beberapa negara di Uni Eropa dan Timur Tengah.

PT. Sritex memproduksi seragam militer berkualitas tinggi untuk negara-negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sekilas Mengenai Pasar Percontohan Cokro Kembang Pasar dengan luas lahan 8.928 m² dan luas bangunan 3000 m² setiap pasaran legi menarik 750 orang pengunjung dengan transaksi atau omzet penjualan 150 juta per hari pasaran dan setiap pasaran pon sekitar 1.000 orang dengan omzet 200 juta per hari pasaran. Pasar ini memiliki fasilitas penunjang yang terdiri dari kantor pengelola, mushola, toilet, pos jaga, water treatment dan area parkir.

Pasar Cokro Kembang merupakan pasar percontohan pertama yang telah menyelesaikan pembangunan fisik mencapai 100% dengan realisasi keuangan mencapai 97,63%. Berdiri sejak tahun 1960, Pasar Cokro Kembang saat ini dijadikan sebagai pasar percontohan bagi daerah lain. Menurut data Dinas Perindag Provinsi Jawa Tengah, pedagang di pasar Cokro Kembang berjumlah 542 pedagang meliputi pedagang konveksi (40 orang), kerajinan pecah belah (22 orang), kelontongan/bumbu (42 orang), klitikan (20 orang), sayur mayur/buah (36 orang), jajanan pasar (24 orang), daging/ikan/ayam potong (16 orang), pedagang los khusus (73 orang), dan pedagang adegan (157 orang).(HQM)

Untuk Berlangganan Sinyal Trading Premium, Silahkan Undang Pin BB 251A2918
shadow

Analisa Teknikal

Tekanan Jual Masih Dominasi GBP
shadow

Trend turun GBPUSD yang berawal dari 1.7178 tampak masih berpotensi untuk berlanjut. Di pekan lalu GBPUSD terdesak hingga 1.6960 dan ditutup di 1.6976 dan …


Analisa Fundamental

saham asia
Data manufaktur Tiongkok dorong bursa saham Asia naik
shadow

ionkok daorong bursa saham naik Bursa saham regional di wilayah Asia  masih mempertahankan kenaikannya ditopang oleh membaiknya data manufaktur Tiongkok …


Edukasi

investor pemula adilsiregar 8 pictures
Saran Bagi Investor Saham Pemula Sebelum Bertransaksi
shadow

Financeroll – Banyaknya saham yang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia menyebabkan para investor pemula kerap kebingungan. Ryan Filbert, penulis …


Berita terkait