shadow

Rupiah Bergerak Konsolidatif Cenderung Melemah Financeroll – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (31/8) diprediksi konsolidasi-melemah. Rilis  data-data Asia, Eropa, dan AS yang sama-sama positif jadi katalisnya.

Potensi konsolidasinya rupiah seiring data-data Asia, Eropa, dan AS yang sama-sama positif.  Meski demikian, rupiah cenderung melemah karena tingginya permintaan dolar AS di dalam negeri dari para importir di akhir bulan.  Karena itu, rupiah akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah dalam kisaran 9.530 hingga 9.580 per dolar AS.

Sementara dari Asia, data yang dirilis pagi dan siang hari ini sudah diprediksi cukup positif. Salah satunya adalah data produksi industri Jepang yang diprediksi naik ke 1,8% dari sebelumnya 0,4%. Begitu juga dengan belanja dan tingkat penyaluran kredit Australia yang sudah diprediksi naik ke 0,4% dari sebelumnya 0,3%.

Pada saat yang sama, penjualan ritel Jerman yang diprediksi meningkat jadi 0,2% dari sebelumnya -0,1%. Begitu juga dengan prediksi naiknya inflasi Eropa ke 2,5% dari sebelumnya 2,4%. Meski demikian,  tingkat pengangguran Eropa diperkirakan tetap mengalami kenaikan jadi 11,3% dari sebelumnya 11,2%.

Jika inflasi Eropa sesuai ekspektasi, European Central Bank (ECB) diperkirakan tidak akan terlalu agresif dalam mengucurkan stimulusnya. ECB sudah diprediksi akan kembali melonggarkan kebijakan moneternya.  Namun, meski sentimen Asia dan Eropa positif, rupiah masih konsolidasi jelang Pidato Gubernur The Fed,  Ben Bernanke,  pada Jumat (31/8) nanti malam. Terlebih, data AS yang akan dirilis semalam juga berpengaruh positif untuk dolar AS sehingga jadi tekanan bagi rupiah.

Belanja konsumen AS sudah diprediksi naik jadi 0,4% dari sebelumnya 0,0% dan klaim pengangguran AS yang cukup bagus jadi 370 ribu dari sebelumnya 372 ribu.  Tapi, efeknya masih bisa diimbangi oleh data Asia dan Eropa yang dirilis di sesi pagi dan siang Jumat ini.  Jadi, data Asia dan Eropa positif untuk rupiah tapi pada saat yang sama data AS juga positif untuk dolar AS.

Diperkirakan pasar akan melihat pergerakan rupiah yang sideways tapi, cenderung memelah. Karena  secara historis rupiah cenderung melemah di akhir bulan seiring besarnya permintaan dolar AS di dalam negeri dari para importir.  Sebagai informasi,  kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (30/8) ditutup stagnan pada level 9.540-9.550. [geng]

Untuk Berlangganan Sinyal Trading Premium, Silahkan Undang Pin BB 251A2918
shadow

Analisa Teknikal

emas,29agustus2014
Emas Berpotensi Naik Moderat
shadow

Pergerakan Emas pada grafik 4 jam nampak kian memampat, meski pola higher-low dan higher-high mulai terbentuk, dengan support-resisten saat ini berada pada …


Analisa Fundamental

Edukasi

GLOBE
5 Mitos yang Salah Tentang Berbisnis di Negara Berkembang
shadow

  FINANCEROLL – Perubahan global saat ini sedang terjadi. Berkat akses serta penggunaan internet yang lebih mudah dan meningkat, tentunya …


Berita terkait