shadow

index sahamIndex pasar saham merupakan tempat pendaftaran saham yang akan diperjual belikan di pasar saham dengan memberikan berita atau informasi  saham berupa statistik yang menggambarkan harga komposit dari komponennya. Dalam investasi banyaknya index dibuat dengan rapih dan dikelompokan berdasarkan jasa financial yang digunakan untuk mempermudah dalam mengukur performa portofolio investor.

Index harga saham Gabungan

Index pasar saham yang digunakan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia) disebut dengan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Jakarta Composite Index  (JCI). Index Harga Saham gabungan pertama kali diperkenalkan pada 1 april 1982 dengan mencangkup pergerakan saham biasa dan saham preferen yang semuanya tercatat dalam Bursa Efek indonesia.

Index Harga Saham Gabungan tidak memiliki nilai yang hanya dengan dasar yang lemah, melainkan dengan dasar perhitungan yang memiliki nilai yang bisa dipercaya dan digunakan sebagai dasar informasi yang penting dalam dunia perdagangan index saham. Dasar perhitungan Index Harga Saham Gabungan menggunakan rumusan nilai pasar (perkalian antara saham yang tercatat dengan harga saham tersebut di Bursa Efek Indonesia) dari total seluruh saham yang teratat di bursa efek indonesia.

Perhitungan Index Harga Saham Gabungan

Perhitungan Index Harga Saham Gabungan dilakukan setiap penutupan perdagangan saham setiap harinya. Tetapi idealnya index harga saham gabungan dilakukan perhitungannya setiap menit untuk mendapatkan informasi pergerakan saham secara menyeluruh agar invetor maupun trader yang bermain investasi saham akan mendapatkan data yang akurat setiap menit untuk mengambil keputusan penjualan atau pembelian saham.

Untuk mendapatkan hasil Index harga Saham Gabungan yagn tinggi maka diperlukan harga-harga saham yang tinggi pula, dalam hal ini biasanya saham – saham unggulan akan membantu menaikan atau menstabilkan nilai dari Index Harga Saham Gabungan.

Index saham lainnya dari Index Harga Saham Gabungan :

  • Indeks Sektoral
  • Indeks LQ45
  • Jakarta Islamic Index (JII)
  • Kompas 100
  • Bisnis-27

Index harga saham adalah semacam indikator pergerakan harga harga saham yang beredar di index saham. Kondisi pasar yang sedang bergairah atau lesu merupakan hal utama yang diindikasikan dalam pasar saham. Index juga digunakan sebagai acuan utama indikator trend pasar. Index berguna untuk mengetahui apakah kondisi harga saham mengalami kenaikan atau penurunan. Dengan index kita bisa mengetahui rasio kenaikan atau penurunan terhadap harga saham yang kita pantau ataupun saham yang kita miliki sendiri.

Pergerakan saham di index saham menjadi acuan penting bagi para investor saham guna menentukan posisi yang ideal pakah investor tersebut harus melakukan pembelian, penjualan atau menahan saham yang mereka miliki atau inginkan. Pergerakan index terus berjalan seiring waktu, index berjalan sangat cepat untuk itu dibutuhkan kecermatan dari para pelaku pasar dalam menyikapi perkembangan index pasar. Jika harga harga saham bergerak naik dalam hitungan detik saja maka index saham pun akan bergerak cepat naik. Ketelitian para pelaku pasar sangatlah dibutuhkan disini untuk segera menentukan posisi yang baik terhadap saham yang mereka pantau.

Jenis – jenis saham di Index BEI

Index harga saham itu mirip dengan pergerakan harga saham. Saat ini PT. BEI ( Bursa Efek Indonesia) mempunyai 11 index saham yang beredar di berbagai media publik seperti media cetak dan elektronik. Tentunya hal ini memudahkan para investor atau pelaku pasar di index saham untuk mendapatkan informasi terupdate mengenai harga saham dan index saham terkini. Informasi media ini juga turut dijadikan pedoman wajib bagi para investor dan pemegang saham di index saham. Berikut ini daftar 11 index saham yang beredar :

 

  1. IHSG atau biasa dikenal dengan Indeks Harga Saham Gabungan, index ini menggunakan semua emiten yang telah tercatat sebagai komponen penghitungan index. Tetapi masih ada beberapa emiten yang belum tercatat seperti emiten dari Bursa Efek Surabaya karena mereka masih belum memiliki aktifitas transaksi atau keaktifan transaksi, akibatnya belum adanya atau belum terciptanya harga pasar.
  2. Index Sektoral, Index ini menggunakan emiten yang tersebar pada masing masing sektor.
  3. Index LQ-45, Index ini menggunakan 45 emiten yang telah dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, tentu saja dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
  4. JII atau disebut juga Jakarta Islamic Index, Index ini menggunakan 30 emiten yang tentunya telah masuk kedalam kategori emiten yang menggunakan basis syariah (Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK) dan tentunya saham tersebut memiliki likuiditas yang tinggi dan kapitalisasi yang besar pula.
  5. Index Kompas 100, Index ini menggunakan 100 emiten yang juga telah dipilih berdasarkan likuiditas dan kapitalisasi pasar dengan kriteria yang sudah ditentukan juga.
  6. Index BISNIS-27, index ini menggunakan 27 emiten yang telah dipilih berdasarkan ketentuan. Index ini dibentuk melalui kerjasama antara PT. Bursa Efek Indonesia dengan Harian Bisnis Indonesia
  7. Index PEFINDO-25, index ini menggunakan 25 emiten yang telah dipilih berdasarkan kriteria yang ada. Index ini adalah hasil dari kerjasama antara PT. Bursa Efek Indonesia dengan lembaga rating PEFINDO
  8. Index SRI-KEHATI, menggunakan 25 emiten yang telah dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Index ini juga hasil kerja sama antara PT. Bursa Efek Indonesia dengan Yayasan KEHATI.
  9. Index Papan Utama, Index ini menggunakan emiten yang masuk dalam kriteria papan utama.
  10. Index Papan Pengembangan, menggunakan kriteria yang masuk dalam papan pengembangan
  11. Index individual, Index ini adalah index individu yang artinya ini adalah index para emiten itu sendiri


Perhitungan Index Harga Pasar Gabungan Berbasis Syariah

Jakarta Index IslamicDalam index pasar saham juga dilakukan perhitungan secara syariah, metode ini digunakan oleh salah satu index saham yaitu Jakarta Islamic Index (JII) merupakan salah satu index saham yang menggunakan perhitungan index harga rata-rata saham dengan dasar atau acuanyang berbasis syariah. Jakarta Islamic Index atau JII ini dibentuk atas kerja sama antara PT. Danareksa Investment Management (PT DIM) dan Bursa Efek Jakarta. Dengan meniru pola dari malaysia dan digabungkan dengan bursa konvesnsional (bursa efek jakarta dan bursa efek surabaya).

Adapun tujuan dari Jakarta Islamic Index ini yaitu untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat (investor) untuk mau melakukan investasinay dipasar saham yang berbasis syariah agar manfaat dari investasi di bursa efek ini bisa bermanfaat bagi mereka (investor).

Karena saham yang tidak berbasis syariah membuat para investor yang menganut islam tidak mudah percaya akan kehalalan dari investasi saham di bursa efek, dengan adanya Jakarta Islamic Index  diharapkan dapat mendukung transparasi saham berbasis syariah yang ada di Indonesia. Dengan kata lain investor akan merasa lebih aman untuk menanamkan modalnya dalam investasi saham berbasis syariah.

Index Pasar Saham Terus mengembangkan metode – metode yang digunakannya agar semakin banyak investor yang mau melakukan investasi saham di bursa efek. Dengan terus merangsang agar saham – saham di bursa efek dapat meningkat dengan harapan akan membantu menaikan nilai dari Index Harga saham Gabungan (IHSG).

HARGA INDEX SAHAM TERKINI 

 

INFORMASI INDEX SAHAM

 

Author

admin

Untuk Berlangganan Sinyal Trading Premium, Silahkan Undang Pin BB 251A2918
shadow

Analisa Teknikal

Analisa Fundamental

Related Posts